Disaat aku mencintaiMu, ya Allah
Kau terasa begitu dekat, tak terasa kelembutan air menetes di pipi
Tetapi…disaat yang sama akupun mencintai makhlukmu
Lantas, apa Kau cemburu?
Apakah karena aku lebih sering memikirkannya, ketimbang diriMu
Kusadari, memang hati dan pikiranku lebih condong kepada makhlukMu
Tetapi..itu pun karenaMu ya Robb
Lantas, apa kini Engkau hendak memisahkan kami dengan jarak?
Kuserahkan semua rencanaku ini kepadaMu, karena engkaulah penentu akhir setiap rencanaku..dari dulu!
Tuntunlah hamba, seperti seorang ayah menuntun anaknya yang masih kecil
Tuntunlah kemana hamba harus melangkah di bumi ini…
Sebab Engkaulah yang menentukan dibagian bumi mana hamba hidup dan hamba harus mati
Disaat hidayah pertama datang, seseorang condong untuk mencari kebenaran, dia mengolahnya dengan ilmu dan iman serta usaha dan amal. Lalu, hidayah kedua datang berupa taufiq dari Allah pada seorang hamba berupa kebenaran dalam setiap tindakannya.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
” Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. ” (Al-Ankabut:69)
Jadikan hamba termasuk orang yang mendapat hidayah kedua itu ya Allah. Hamba benar-benar membutuhkan jawaban untuk langkah yang jauh ini…