Gw bukan pengen ikut2an membahas konspirasi ini. Hanya saja, saya najis melihat orang-orang yang berkoar-koar soal anti kekerasan seolah-olah mereka pahlawan yang sudah membela bangsanya dari jaman perang. Orang bilang, mereka itu pahlawan kesiangan, tapi menurut gw mereka hanya pecundang kesiangan yang pengen ikut2an jadi pahlawan supaya jadi terkenal atau minimal mendapat simpati masyarakat.

Orang-orang itu ikut mencemooh ormas tertentu karena berbuat aksi anarkis. Ikut demo-demoan menuntut pembubaran ormas itu. Kemana mereka pada saat pelacuran merajalela, kemana juga batang hidung mereka pada saat islam dihina dengan aliran sesat ahmadiyah, atau pada saat tempat2 maksiat buka terang2an pada bulan ramadhan, atau pada saat jaringan islam liberal merusak moral para pemuda? mungkin hanya dirumah sambil nonton tv dan minum kopi. najis!!

Menurut gw sih, FPI hanya menjadi kambing hitam saja. Banyak pihak yang diuntungkan dengan kasus ini, pemerintah bisa mengalihkan isu bbm, ahmadiyah tidak jadi dibubarkan, JIL mendapat simpati masyarakat-sebab jadi korban pemukulan-, pelacuran kembali merajalela karena sudah tidak ada lagi yang memberantas mereka, tempat2 maksiat beroperasi kembali. Menyedihkan sekali…

Yang jelas, menurut gw sebagai seorang muslim, jangan sampai ormas islam yang mengakui bahwa Muhammad SAW sebagai nabi terakhir yang dibubarkan, tapi malah ormas yang mengakui bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Muhammad SAW justru tidak dilarang/dibubarkan.

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa, jangan sampai umat Islam patah semangat untuk amar ma’ruf nahyi mungkar. Jangan sampai kita perang saudara. Jangan sampai kita berpecah belah.